qflee

Posts Tagged ‘wapres’

Sri Mulyani Pasang Badan

In demokrasi on 19 Desember 2009 at 7:16 am

Apes betul nasib Menkeu Sri Mulyani, wanita yang pernah dinobatkan sebagai 100 orang berpengaruh di dunia ini menjadi bulan-bulanan setelah kasus Bank Century mencuat. Apa boleh dikata, proses politik terus menggelinding. Kecaman serta cacian dan terakhir desakan untuk nonaktif sebagai menteri semakin keras gaungnya. Bersama Wapres Boediono, dua publik figur ini telah mendominasi halaman pemberitaan media cetak dan elektronik di penghujung tahun ini.

Wanita yang berpenampilan tegar ini harus menuai banyak kecaman. Lawan-lawan politiknya di Pansus Kasus Bank Century sudah kebelet ingin segera menggantinya. Program reformasi keuangannyalah yang telah mengantarnya menjadi target utama. Semasa menjabat, dia berani mengubah aturan sistim perpajakan agar lebih transparan dan akuntable. Hal mana telah membuat para pengemplang pajak kelas kakap seperti cacing kepanasan. Perseteruan antara Aburizal Bakrie (Ical), pengusaha yang sekarang menjadi Ketua Umum Golkar diyakini banyak pihak bermula dari situ.

Sudah bukan rahasia lagi di republik ini, jika berani menentang arus,kehilangan jabatan adalah resiko yang harus dihadapi. Gus Dur saja harus terpental dari kursi kepresidenan akibat policynya yang dianggap nyeleneh. Masih ingat kan, pembubaran Departemen Agama ? Beliau sadar bahwa apa yang dilakukannya sama dengan mengusik sarang lebah yang sangat besar. Jaringan korupsi yang sudah demikian menggurita melilit bangsa ini dan menghisap habis hingga kering kerontang.

Sekarang, seorang perempuan berani memutus linkaran setan tersebut. Berdiri pasang badan untuk melawan arus tersebut. Mampukah seorang Sri Mulyani menghadapinya? Lantas kenapa beliau lebih banyak tutup mulut. Pertanyaan demi pertanyaan dari publik yang gemes ingin melihat kasus ini segera tuntas. Kita tunggu episode selanjutnya, siapa yang bakal terpental dan menjadi martir dalam perjuangan memberangus korupsi hingga ke akar-akarnya.

SBY “Cuci Piring” Sendiri

In catatan pendek on 22 November 2009 at 8:41 am

Bagaimana sikap presiden terhadap rekomendasi tim 8 akan terjawab besok (23/11). Banyak pihak berharap apapun sikap presiden nantinya mampu “mendinginkan” suasana atas kisruh antara KPK-Polri-Kejaksaan.

Selama ini kita mengenal gaya kepemimpinan SBY yang ragu dan lamban dalam mengambil sikap. Pada waktu JK (Jusuf Kalla) mendampingi beliau, hal ini bisa ditutupi dengan gayanya yang serba cepat dan tidak terlalu birokratis. Dalam berbagai persoalan negara tak jarang kita lihat dominasi Pak JK dalam mengambil sebuah keputusan.

Wapres Boediono tidak memiliki karakter seperti itu. Bahkan dalam berbagai kesempatan beliau terus terang mengakuinya bahwa tak mungkin mengikuti gaya dan karakter JK.

Terkait kisruh ketiga lembaga penegak hukum tersebut. Presiden tidak mempunyai “orang” lagi yang bisa mengimbangi dinamisasi persoalan yang muncul. Media pun harus gigit jari. Tidak ada lagi kejutan-kejutan yang bakal muncul. Posisi seperti ini tentu sangat tidak nyaman bagi SBY. Selama periode pertama pemerintahannya praktis beliau tidak pernah menemui “lawan tanding” karena sebelumnya sudah “KO” duluan.

Apa boleh buat urusan rumah tangga yang selama ini dibebankan pada pembantu terpaksa dikerjakan sendiri. Maklum pembantunya pulang kampung. Jadi kita lihat saja bagaimana tuan rumah sendiri yang turun langsung membersihkan dapur dan cuci piring.