qflee

Posts Tagged ‘SBY-JK’

Fakta Seputar Keretakan Hubungan SBY-JK

In catatan pendek on 14 Februari 2009 at 4:50 am

Ada beberapa fakta yang menyebabkan keretakan hubungan SBY – JK yang berujung pada terjadinya rivalitas di antara keduanya pada pilpres 2009.

Denny JA melalui artikelnya Tes Bagi Duet Yudhoyono Kalla
secara gamblang menjelaskan perbedaan mendasar antara kedua pemimpin tersebut.

Fakta pertama :
Hasil rapimnas partai demokrat yang tidak membicarakan secara langsung siapa yang mendamping SBY. Hal ini bisa menimbulkan banyak penafsiran diantaranya akan ada pengganti Jusuf Kalla sebagai cawapres mendampingi SBY.

Fakta kedua :
Pernyataan kontroversial wakil ketua umum partai demokrat yang dinilai melecehkan partai golkar. Dalam hitungan politis perolehan suara partai demokrat tidak akan mungkin melebihi partai golkar.

Walaupun pada artikel berikutnya, Menjaga SBY-JK
Bung Denny mencoba memberi gambaran suasana politik jika duet SBY – JK berpisah namun nampaknya konstelasi politik nasional dewasa ini justru kebalikannya.

Godaan kekuasaan lebih dominan mempengaruhi masing-masing kandidat. Hal ini secara otomatis membuat komitmen-komitmen antar partai sangat rapuh atau bubar.

Akankah duet SBY-JK mampu bertahan pada pilpres 2009?



Goodbye SBY-JK!

In Tak Berkategori on 8 Mei 2008 at 9:20 am

Opsi pemerintah menaikkan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) membuat meradang para mahasiswa seluruh Indonesia. Efek penolakan ibarat bola salju yang dampaknya bisa pada tahap stabilitas politik nasional. Dalam sejarah nasional, sejak kepemimpinan Presiden Soekarno isu kenaikan harga BBM sangat potensial menjatuhkan pemerintahan.

Dalam konteks sekarang, dimana kenaikan harga BBM tinggal menghitung hari. Pemerintahan SBY-JK mau tidak mau harus extra hati-hati kalau tidak mau mengikuti jejak pendahulunya. Berbagai action plan telah disiapkan guna mengantisipasi dampak kenaikan harga tersebut. Hanya saja persoalannya tidak selesai sampai disini saja, beban hidup masyarakat yang semakin berat akibat tekanan ekonomi sudah mencapai titik puncak. Kalau hal ini dibiarkan malah bisa berakibat fatal.

Belum lagi agenda politik nasional yang telah di depan mata juga turut memberi andil terjadinya instabilitas. Secara tersirat kita lihat baik melalui media massa maupun pernyataan-pernyataan dari pejabat yang berwenang. Opsi kenaikan BBM sulit sekali untuk dihindarkan, ini karena beban subsidi yang demikian besar terus menggerogoti APBN. Bayangkan dari 900 triliun APBN kita hampir 30 % harus ditanggung oleh subsidi. Ini sangat jelas tidak sehat. Apabila anggaran subsidi yang sebesar itu bisa kita alihkan untuk membackup rumah tangga miskin yang tersebar merata di seluruh tanah air. Faktor inilah yang mengakibatkan pemerintah sulit untuk tidak mencabut subsidi tersebut.

Apakah semuanya sudah selesai, tunggu dulu. Pertama alasan tersebut sudah sangat klasik, APBN yang selalu menjadi kambing hitam. Kenyataan dilapangan dengan dicabutnya subsidi bagi masyarakat miskin justru tidak memberi perubahan apa-apa. Yang miskin semakin miskin dan yang kaya malah bertambah kekayaannya akibat penimbunan dan selundupan. Dengan sangat gampangnya pemerintah melakukan penyesuaian harga tapi angka kemiskinan dan tingkat pengangguran justru tidak berkurang. Kebijakan ini justru mendukung kelompok-kelompok berduit yang mempunyai akses terhadap kekuasaan untuk mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya.

Kedua, kalau hanya alasan beban APBN kenapa bukan dana-dana BLBI yang diusut untuk dikembalikan agar APBN kita tidak bolong. Berapa banyak dana BLBI yang sampai sekarang statusnya tidak diketahui rimbanya. Inilah yang seharusnya menjadi fokus pemerintah agar tidak membuat sengsara rakyatnya sendiri. Ketiga, kalau pemerintahan SBY-JK mau aman janganlah membuat kebijakan tidak populer apalagi pada masa-masa akhir pemerintahan. Carilah opsi yang pro masyarakat kecil bukan malah mencekik leher. Kalau memang tidak bisa, goodbye SBY-JK!