qflee

Posts Tagged ‘pilpres’

Real story dibalik kekalahan JK

In demokrasi on 12 Juli 2009 at 10:29 pm

Ada berbagai macam real story dibalik kekalahan Jusuf Kalla. Perasaan sedih, heran dan bangga terdengar dari berbagai sudut-sudut kota. Tulisan ini bukan bermaksud mengungkit atau mencari-cari kesalahan tetapi semata ungkapan perasaan melihat dinamika politik yang terjadi pasca pilpres khususnya di Sulsel.

Pada umumnya mereka tidak menyangka jagoan mereka bisa kalah secepat itu. Kalau dilihat hasil quick count lokal, pasangan nusantara ini memang masih unggul sekitar 60 an persen. Hal inilah sedikit membuat elite partai golkar bangga. Setidaknya mereka masih bisa membuktikan bahwa mesin partai tetap jalan. Tapi kalau dilihat perolehan suara SBY, perasaan heran pun muncul. Bahkan dibeberapa TPS pasangan ini kok bisa unggul? Dari beberapa hasil tanya jawab singkat saya, Why your vote SBY? Jawabnya dapat diklasifikasi sbb:
1. Sebagai balas budi karena telah diangkat jadi PNS.
2. Karena bersyukur ada BLT.
3. Bersyukur dapat RASKIN.
4. Harga BBM turun.
5. Karena SBY gagah dan berwibawa.
PRAGMATIS!

Sebaliknya ungkapan rasa kecewa justru lebih banyak mengarah ke Mallarangeng brothers. Barangkali mereka harus membuat persiapan khusus agar kemarahan masyarakat bisa tereleminir.

That is politics! semua hanya permainan. Setidaknya suguhan berbagai macam antraksi politik ini telah menambah wawasan dan pengetahuan kita dalam berbangsa dan bernegara.

Iklan

Koalisi Jilat Ludah

In demokrasi on 18 April 2009 at 1:09 am
Lawatan sambil belajar - "Mengenali Durian Perak"

Rencana membangun kembali koalisi antara Partai Demokrat dengan Partai Golkar dalam pilpres menuai banyak kecaman di internal Partai Golkar sendiri.

Ini berarti langkah Jusuf Kalla belum mulus. Bakal pecahnya suara yang menjurus pada pro maupun kontra soal pencalonan JK sebenarnya sudah terlihat dari awal sebelum pemilihan. Dihapuskannya sistim konvensi menjadikan sebahagian kader merasa tidak nyaman. Hal ini berimbas pada sikap politik Sultan untuk tetap ngotot maju jadi capres.

Keengganan JK juga nampak pada saat beliau menerima desakan DPD-DPD untuk maju jadi capres. Hasilnya pun mudah ditebak. Keinginan untuk kembali bersanding dengan SBY lebih besar. Hal ini juga didukung pada realitas pemilu dimana Partai Golkar hanya mampu meraup suara 14%.

Disinilah muncul kegamangan pada diri JK. Jika menerima kembali pinangan SBY maka dia dicap sebagai pemimpin yang tidak memegang teguh kata-katanya. Dimana sikap seperti ini sangat pantang bagi suku bugis-makassar. Sebaliknya, jika menolak, kredibilitas dan harga diri partai tetap terjaga. Dan yang pasti tidak terkesan menjilat kembali ludahnya sendiri.

Bagaimana cara JK keluar dari polemik ini ? Tentunya kita masih harus menunggu lagi hasil dari loby-loby partai lain yang tak bisa lepas dari kesan “jilat ludah”. Dan yang pasti, bukan politik namanya jika tidak selalu memunculkan kejutan-kejutan.

Sutiyoso Gagal Jadi Capres Independen

In demokrasi on 19 Februari 2009 at 2:22 pm

Bagi mereka yang ingin maju jadi calon presiden dari jalur independen atau perseorangan terpaksa gigit jari. Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi menyatakan menolak permohonan Fadjroel Rachman cs atas uji materi UU No.42/2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tersebut.

Bahkan anggota DPR dari Partai Golkar, Yuddy Chrisnandi mengatakan di sini, bahkan dia mengajak gerakan pro demokrasi menghimpun dukungan rakyat untuk mengamandemen UUD 1945.

Persoalannya, kenapa harus menunggu sampai tahun 2014? Atau ini hanya sebagai taktik untuk mengulur-ulur waktu.

Putusan ini juga diwarnai pendapat berbeda (dissenting opinion). Dimana 3 orang hakim berpendapat MK seharusnya membuka peluang bagi capres independen.

Sutiyoso yang dimintai komentarnya juga mengaku merasa kecewa dengan putusan tersebut. Komentar selengkapnya bisa dilihat
di Kendari Pos Online

Harapan itu masih ada. Dan kita lihat langkah selanjutnya dari gerakan pro demokrasi di tanah air.



JK Tantang Demokrat Refleksi Budaya Siri Bugis Makassar

In Caleg on 11 Februari 2009 at 6:13 am

Komentar miring Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat terhadap Partai Golkar membuat hubungan harmonis antara dua partai tersebut terancam bubar.

Walaupun hal tersebut telah dibantah langsung oleh SBY sebagai Ketua Dewan Pembina Partai nampaknya benih-benih persaingan yang mengarah pada perpecahan sudah mulai nampak.

Tanggapan balik dari Ketua Umum Partai Golkar tidak kalah serunya. Bahkan beliau mempersilahkan Partai Demokrat berkoalisi dengan partai lain.

Sebagai partai besar sudah saatnya Golkar mengambil sikap tegas mengenai calon presiden yang akan diusung. Langkah ini akan mampu menggerakkan mesin partai sehingga lebih solid memenangkan pemilu.

Dan sudah seyogyanya Jusuf Kalla yang juga sebagai ketua umum partai maju menjadi calon presiden. Pengalaman beliau sebagai wapres adalah modal besar dan sudah tidak diragukan lagi kemampuan kepemimpinannya.

Baca juga GOODBYE SBY JK!


Calon Presiden Independen

In parpol on 17 September 2008 at 2:52 pm

Mungkinkah capres independen mewarnai pilpres 2009?
Pertanyaan ini menjadi sangat menarik karena dibeberapa daerah yang menggelar pilkada ada beberapa calon independen yang ikut bertarung. Lantas bagaimana dengan calon presiden? Munculnya desakan kuat akan keberadaan capres yang melalui jalur independen adalah salah satu wujud ketidakpuasan masyarakat selama ini dengan kiprah partai-partai. Dalam pandangan mereka hak eksklusif partai dalam memajukan calon justru menutup jalan bagi munculnya calon pemimpin yang berkualitas. Ini dapat dilihat dari proses awal figur yang penuh dengan intrik politis yang sangat jauh dari esensi kepemimpinan sejati. Dimulai dari ‘pembelian’ tiket bagi bakal calon terhadap partai sampai dengan komitmen calon terhadap partai apabila terpilih kelak. Kesemuanya ini membuat masyarakat muak dan berpaling pada jalur independen.
Bagi partai sendiri nampak jelas bahwa keinginan untuk mengakomodir calon independen masih setengah hati. Hampir sama dengan polemik penentuan caleg suara terbanyak. Yang mana kita lihat banyak partai yang berubah sikap nanti setelah proses pengajuan caleg berlangsung. Apakah soal capres independen akan bernasib sama kita tentu masih menunggu dinamika politik jelang pilpres 2009. Namun yang pasti aspirasi tersebut telah memberi warna tersendiri bagi perkembangan demokrasi di tanah air. Dan kita tentunya berharap dengan terbukanya akses bagi calon presiden melalui jalur independen bisa mengeleminir kekecewaan rakyat terhadap kualitas kepemimpinan dewasa ini.