qflee

Posts Tagged ‘pemimpin’

Budak Uang

In catatan pendek on 30 April 2009 at 7:13 am

Pada saat ini untuk menjadi seorang pemimpin dalam garis struktural amatlah sangat sulit. Pemimpin politis tidak hanya semata-mata mengandalkan kharismanya saja. Tetapi lebih dari itu, harus diback up dengan kekuatan finansial yang kuat.

Era demokrasi terbuka mengharuskan para leaders memperkuat jaringan ekonomi mereka agar bisa tetap survive.

Sebab tanpa itu kecerdasan intelektual tidak akan bisa eksis tanpa dibarengi pula dengan kecerdasan finansial.

Apakah ini berarti kita telah kehilangan kepercayaan pada kemampuan personal kita masing-masing, atau dengan kata lain kita semua telah menjadi money slaver.

Iklan

SBY-JK Pemimpin Amanah atau Munafik?

In demokrasi on 23 Februari 2009 at 7:23 am



Perpisahan pasangan ‘Bersama Kita Bisa’ mengundang pertanyaan serta berbagai tanggapan masyarakat luas.
Sebagian orang tidak menyangka pasangan SBY-JK akan berpisah diakhir perjalanan pemerintahan mereka, yang lainnya beranggapan bahwa hal ini sudah pasti akan terjadi. Dengan kata lain dalam politik tidak ada kawan yang abadi, yang ada hanyalah kepentingan.

Walaupun masih banyak yang meragukan keputusan tersebut, namun faktanya memang sangat susah untuk mempersatukan kembali pasangan tersebut.




Pandangan berbeda juga disampaikan, Saudara Djaja dalam komentarnya di Fakta Seputar Keretakan Hubungan SBY-JK, dimana ia mengaku kecewa dengan keputusan kedua pemimpin nasional tersebut. Keputusan tersebut telah melanggar amanah dan munafik sehingga menyerukan gerakan ABS ditambah juga dengan ABJ.

SBY-JK seharusnya sadar bahwa mereka dipilih oleh rakyat adalah amanah besar. Sehingga amanah dan tanggung jawab tesebut harus diselesaikan sampai tuntas. Bukan hanya kasak-kusuk memikirkan jabatan dan kekuasaan.

Sebagaimana diberitakan Kompas, Ketua Umum NU Hasyim Muzadi juga berpendapat agar kedua pemimpin tersebut tidak saling adu argumen tentang pencalonannya masing-masing.

Disatu sisi desakan kader-kader Golkar untuk mencapreskan Jusuf Kalla juga menunjukkan sifat tidak percaya diri mereka sehingga harus menarik serta menjual figur ketua umum untuk bisa memenangkan pileg (pemilihan legislatif).

PDIP sendiri menyambut gembira rencana ‘perceraian’ kedua pasangan tersebut. Bahkan dengan nada optimis Taufik Kiemas yakin koalisi antara PDIP dengan Golkar akan terwujud secepatnya. Tanda-tanda kearah itu memang sudah terlihat dari begitu gencarnya Megawati menggalang dukungan dari wilayah Timur Indonesia. Apakah ini pertanda memang Megawati Incar JK?

Adapun tanggapan dari SBY dapat dilihat SBY Info