qflee

Posts Tagged ‘opini’

Geger Dunia Hukum Kita

In catatan pendek on 11 November 2009 at 6:58 am

Entah kebohongan apa lagi yang bakal muncul dalam kasus pembunuhan Nasaruddin Zulkarnaen. Dalam persidangan yang menghadirkan Williardi Wizard sebagai saksi, terungkap bahwa ada unsur rekayasa dan tekanan pada proses BAP. Kesan yang timbul adalah adanya upayanya rekayasa atas penahanan Antazari Azhar.

Geger dunia hukum kita kembali terjadi. Reaksi beragam pun bermunculan. Opini negatif publik pun langsung mengarah pada institusi kepolisian dan kejaksaan. Entah dosa apa yang telah diperbuat oleh dua institusi hukum tersebut. Yang pasti persepsi publik yang tercover oleh media atas dua lembaga penegak hukum tersebut sudah tidak ada lagi bagusnya.

Prestasi kepolisian membongkar jaringan terorisme seperti tak ada lagi artinya jika dibandingkan dengan reaksi facebookers. Kecaman dan hujatan menjadi menu wajib kepolisian akhir-akhir ini.

Kita tentunya tidak boleh membiarkan hal seperti ini terjadi. Karena ini adalah murni masalah hukum tentu sangat tidak baik jika selalu dikait-kaitkan dengan adanya upaya rekayasa politik. Upaya menggiring kasus ini seolah-olah ada aktor besar dibelakang semua ini malah bisa mengaburkan persoalan sesungguhnya. Apalagi dengan menggiring opini publik untuk menyudutkan salah satu pihak.

Biarkan proses hukum berjalan dengan wajar. Dan apapun yang telah menjadi putusan tentunya sebagai warga yang taat hukum kita semua wajib menghormatinya

Peran Media Dibalik Kasus Penahanan Bibit-Chandra

In catatan pendek on 30 Oktober 2009 at 1:10 pm

Mencuatnya isu kriminalisasi lembaga KPK melalui berbagai media menunjukkan betapa peran media sangat vital.

Penggalangan opini atau lebih tepat kalau dikatakan menggiring pemahaman publik untuk menyudutkan pihak-pihak tertentu dan sebaliknya memposisikan pihak lainnya sebagai “hero”

Kasus dua lembaga tinggi negara ini menjadi menarik untuk dicermati. Peran keduanya menjadi sangat menentukan masa depan bangsa ini. Masyarakat pun tentunya berhak tahu ada apa sebenarnya yang terjadi.

Argumen masing-masing pihak sudah benar adanya. Namun sebagai negara hukum tentunya semua harus dikembalikan pada aturan-aturan. Mari kita lihat episode selanjutnya. Dan apapun hasilnya tentunya semua pihak harus menghormatinya.

Media Massa Anti ABS

In catatan pendek on 3 Februari 2009 at 12:56 am

Perang opini atau urat syaraf melalui media massa adalah hal yang lumrah apalagi menjelang perhelatan politik nasional.

Namun dewasa ini iklim politik tidak sehat mulai nampak. Pembunuhan karakter serta propaganda media massa yang tidak mendidik menjadi sarapan tiap hari publik.

Dimulai dari debat yang tidak ada ujung pangkalnya sampai pada lontaran-lontaran isu yang tidak jelas sumber beritanya. Hal semacam ini telah menjadi lahan subur bagi industri informasi guna menaikkan rating atau oplah.

Untungnya masyarakat kita pun semakin cerdas dalam memilih informasi. Hal ini nampaknya mulai disadari oleh publik sehingga media massa yang tidak jeli mengangkat tema serta isu bakalan ditinggalkan oleh pemirsa.

Media massa apapun yang terbawa arus kepentingan politik tertentu tidak akan mampu bertahan lama. Walau dengan alasan ekonomi sekalipun itu tetap sama dengan menggali kuburan sendiri.

Sekarang publik tahu mana berita yang layak dikonsumsi atau tidak. Mana yang betul-betul menyentuh kepentingan orang banyak atau hanya sebagai propaganda media untuk meraup iklan sebanyak-banyaknya.

Publik semakin diuntungkan dengan beraneka ragamnya pilihan media massa yang tersedia. Bahkan dengan kecanggihan teknologi informasi khususnya internet semakin memudahkan publik untuk mengakses segala macam informasi.

Sekarang memang eranya informasi. Siapa yang menguasai informasi dialah yang menguasai dunia. Tapi kita tetap harus waspada dan memberi filter terhadap informasi-informasi menyesatkan. Dengan kata lain publik pun berhak mendapatkan informasi yang layak bukan suguhan informasi dari Media Massa ABS (asal bapak senang).