qflee

Posts Tagged ‘nabi’

Kartun Nabi

In catatan pendek on 19 November 2008 at 1:46 pm

Setiap orang berhak mengeluarkan pendapat, opini maupun komentar. Namun jika kebebasan tersebut digunakan untuk membuat penistaan kepada suatu agama atau komunitas tertentu maka persoalannya jadi lain. Ini bukan hanya sebuah kedok dari kebebasan berekspresi tapi jelas kejahatan berat yang tidak bisa ditolerir.
Perkembangan kasus penistaan terhadap Nabi Muhammad bukanlah pertama kali terjadi. Terakhir telah merambah dunia maya, yakni berupa situs dengan content kartun nabi. Dan sebagai umat Islam kita tentu merasa marah dengan munculnya situs tersebut. Namun dibalik kemarahan yang memuncah dan perasaan sedih yang teramat pedih tentu kita semua sudah lebih dewasa dalam menyikapi kasus-kasus seperti itu . Terakhir yang sempat muncul di media massa adalah rekaman video yang dibuat salah seorang anggota parleman Belanda namun pada akhirnya hilang dengan sendirinya. Ini karena reaksi yang diperlihatkan oleh umat Islam sedunia pada umumnya sangat proporsional dan tidak terkesan emosional yang mana dengan sikap seperti itu justru merubah persepsi masyarakat internasional tentang agama Islam yang sesungguhnya. Agama yang sangat cinta damai terlebih lagi anti kekerasan.
Dengan mencuatnya situs nyeleneh tersebut kita tentu mahfum bahwa mereka mempunyai pemahaman agama yang sangat dangkal dan juga sangat meragukan dari sisi moralitas. Secara kasarnya hanya ingin meningkatkan page rangking saja.

Seputar Ahmadiyah

In Tak Berkategori on 18 April 2008 at 1:23 pm

Kontroversi tentang aliran ahmadiyah masih saja terus berlanjut. Silang pendapat antara yang menentang dan mendukung keberadaan aliran ini untuk bisa berkembang dan bertumbuh di tanah air. Bahkan tak sedikit pendapat yang mengatakan bahwa ini sudah menjadi komoditas politik, entah benar atau tidak, wallahu alam. Tapi dalam diskusi akademik yang banyak digelar, ternyata masalah aliran ahmadiyah ini lebih di titikberatkan pada sisi kemanusiaannya (HAM). Sebagai nilai dasar dari demokrasi tentu beragam penafsiran yang muncul. Inilah celah yang didapat oleh mereka yang pro untuk membela keberadaan aliran sesat dan menyesatkan tersebut.

Bagi pandangan barat, pengekangan terhadap hak memeluk agama adalah sesuatu (absolut) yang melanggar HAM (demokrasi). Tapi sebaliknya kita (Indonesia) tidak bisa langsung begitu saja menerima pandangan tersebut. Sebab ada hal yang masih perlu diluruskan menyangkut pengakuan hak kemanusiaan tersebut. Apabila hak kemanusiaan tersebut tidak dibarengi dengan kewajiban (mutlak) menjaga tatanan atau kaidah-kaidah umum yang berlaku, itu berarti melecehkan demokrasi atau melanggar HAM

Iklim demokrasi di Indonesia yang sedang berkembang memang memberikan ruang yang seluas-luasnya bagi warga negara khususnya dalam hal beribadah. Namun terkadang di salah artikan dan di salah gunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Ini dikarenakan mereka memberi nilai-nilai dasar demokrasi tersebut sesuai dengan selera dan kepentingannya sendiri. Kondisi seperti ini tentu tidak boleh dibiarkan terus menerus berlanjut. Janganlah kita mengagung-agungkan demokrasi sementara disisi lain kita justru menginjak-injak nilai universal tersebut.

Kembali kepada persoalan aliran ahmadiyah, mengapa masih terkatung-katung ? Padahal sudah jelas bahwa aliran ini telah keluar dari akidah islam itu sendiri. Sebagai muslim, syahadat itu adalah kaidah yang paling pokok (krusial) diantara kaidah-kaidah lainnya. Mengakui dengan sepenuh hati bahwa Nabi Muhammad adalah nabi terakhir adalah fakta. Bila ada pribadi, golongan atau atas nama agama yang memberi penafsiran yang berbeda dengan arti sesungguhnya kalimat tauhid tersebut ini tentu sudah melampaui batas atau dengan kata lain melanggar nilai-nilai demokrasi agama yang diyakininya.

Jadi mengapa kita masih terus terperosok dalam lingkaran diskusi yang tidak ada akhirnya. Debat akademis yang selalu mengkaitkan nilai kemanusiaan hanya kedok untuk menghindar dari celaan dan hujatan maupun label aliran sesat dan menyesatkan.  Apa kita masih bisa memberi toleransi terhadap aliran yang meyakini akan keberadaan seorang nabi setelah Muhammad ? Alasan apa lagi yang bisa memberikan pertimbangan kemanusiaan jika ada aliran yang merusak-rusak aqidah agama lain (Islam) Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan lain yang seharusnya dijawab bahwa tidak ada tempat bagi aliran-aliran sesat yang ingin mengobok-obok Islam baik di tanah air maupun di seluruh dunia.