qflee

Posts Tagged ‘kristen’

Waspada Poso Jilid II

In catatan pendek on 13 September 2010 at 9:52 pm

Hubungan antara umat beragama kita kembali terusik dengan adanya insiden penusukan pendeta di Bekasi. Peristiwa ini bertepatan dengan perayaan hari besar Islam yakni lebaran. Berbagai reaksi bermunculan atas tindakan brutal tersebut. Namun intinya kita harus waspada dengan usaha propvokasi memecah belah kerukunan umat beragama.

Isu yang paling sensitif dan sangat mudah menyulut kemarahan massa adalah isu agama. Sehingga pihak-pihak yang tidak senang dengan kondisi kerukunan antar umat beragama selalu mencoba mengail di air keruh. Insiden ini juga menjadi headline koran-koran utama di luar negeri.

Kita sebagai umat tentu tidak semudah itu terpancing. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, adanya gerakan yang di motori oleh salah satu tokoh agama di AS, akan membakar kita suci Al-Quran. Gerakan yang dimaksudkan sebagai simbol peringatan tragedi 11 September.

Upaya saling serang melalui simbol-simbol agama inilah yang diharapkan bisa menghancurkan toleransi umat yang selama ini kita jaga. Ingat, tragedi Ambon dan Poso adalah salah satu hasil cipta dari tangan-tangan kotor yang menghendaki republik ini bubar.

Kita semua tentunya tidak mau kejadian seperti itu terulang kembali. Biarkanlah aparat keamanan bekerja dan mari kita semua mengawal dan menjaganya. Dan bagi para pelaku tentunya tidak ada kata lain harus mendapatkan ganjaran yang setimpal.

Sedangkan penertiban tempat-tempat ibadah baik masjid maupun gereja merupakan hal yang harus diselesaikan secepatnya. Jangankan persoalan izin, pengaturan sound system (pengeras suara) masjid saja belum jelas. Di beberapa tempat, terkadang masjid yang satu berdekatan dengan masjid lainnya dan masing-masing berlomba mengeraskan volume pengeras suaranya, bukankah hal ini juga perlu penertiban?

Di Kota Soppeng, pengaturan tentang pemakaian pengeras suara tersebut melalui Majelis Ulama setempat, baca di sini, walaupun masih bersifat himbauan namun setidak-tidaknya ada langkah antisipasi yang dilakukan.

Iklan

Gus Dur

In catatan pendek on 9 Juli 2008 at 8:29 am

Hari ini saya membaca sebuah tulisan atau tepatnya hasil wawancara (maaf saya lupa siapa penulisnya) dari mantan presiden KH. Abdurrahman Wahid atau lebih dikenal dengan sebutan Gus Dur. Judulnya pun takkalah menariknya “Kristen dan Yahudi Bukan Kafir” (maaf lagi kalau keliru).

Yang penting digaribawahi adalah figur atau sosok Gus Dur bukanlah sembarangan. Beliau adalah tokoh kelas dunia. Gagasan atau lontaran pemikiran yang sering diucapkan terkadang dianggap nyeleneh. Begitupun dengan hasil wawancara beliau tersebut.

Kalau kita mau melihat lebih jauh dari komentar Gus Dur sebenarnya ada hal yang paling esensial yang selama ini konsisten diperjuangkan oleh beliau.

Dan inilah salah satu nilai lebih dari sosok seperti Gus Dur. Konsisten terhadap toleransi keberagaman umat yang kontradiksi dengan latar belakang beliau sebagai salah satu pemimpin umat terbesar di Indonesia (NU).

Saya tidak ingin terlibat lebih jauh dalam menilai sosok Gus Dur dikaitkan dengan wawancara tersebut.  Namun saya hanya ingin menambahkan bahwa dalam hal menilai kadar ke-Islaman (kafir atau tidak) seseorang atau individu bukan dilihat dari segi “kulitnya” saja. Dan yang paling penting adalah jangan menjadikan penilaian-penilaian yang  bersifat normatif tersebut menjadi alasan pembenar untuk melemahkan sendi-sendi toleransi dalam beragama khususnya di tanah air tercinta ini.