qflee

Posts Tagged ‘independen’

Sutiyoso Gagal Jadi Capres Independen

In demokrasi on 19 Februari 2009 at 2:22 pm

Bagi mereka yang ingin maju jadi calon presiden dari jalur independen atau perseorangan terpaksa gigit jari. Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi menyatakan menolak permohonan Fadjroel Rachman cs atas uji materi UU No.42/2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tersebut.

Bahkan anggota DPR dari Partai Golkar, Yuddy Chrisnandi mengatakan di sini, bahkan dia mengajak gerakan pro demokrasi menghimpun dukungan rakyat untuk mengamandemen UUD 1945.

Persoalannya, kenapa harus menunggu sampai tahun 2014? Atau ini hanya sebagai taktik untuk mengulur-ulur waktu.

Putusan ini juga diwarnai pendapat berbeda (dissenting opinion). Dimana 3 orang hakim berpendapat MK seharusnya membuka peluang bagi capres independen.

Sutiyoso yang dimintai komentarnya juga mengaku merasa kecewa dengan putusan tersebut. Komentar selengkapnya bisa dilihat
di Kendari Pos Online

Harapan itu masih ada. Dan kita lihat langkah selanjutnya dari gerakan pro demokrasi di tanah air.



Iklan

Calon Presiden Independen

In parpol on 17 September 2008 at 2:52 pm

Mungkinkah capres independen mewarnai pilpres 2009?
Pertanyaan ini menjadi sangat menarik karena dibeberapa daerah yang menggelar pilkada ada beberapa calon independen yang ikut bertarung. Lantas bagaimana dengan calon presiden? Munculnya desakan kuat akan keberadaan capres yang melalui jalur independen adalah salah satu wujud ketidakpuasan masyarakat selama ini dengan kiprah partai-partai. Dalam pandangan mereka hak eksklusif partai dalam memajukan calon justru menutup jalan bagi munculnya calon pemimpin yang berkualitas. Ini dapat dilihat dari proses awal figur yang penuh dengan intrik politis yang sangat jauh dari esensi kepemimpinan sejati. Dimulai dari ‘pembelian’ tiket bagi bakal calon terhadap partai sampai dengan komitmen calon terhadap partai apabila terpilih kelak. Kesemuanya ini membuat masyarakat muak dan berpaling pada jalur independen.
Bagi partai sendiri nampak jelas bahwa keinginan untuk mengakomodir calon independen masih setengah hati. Hampir sama dengan polemik penentuan caleg suara terbanyak. Yang mana kita lihat banyak partai yang berubah sikap nanti setelah proses pengajuan caleg berlangsung. Apakah soal capres independen akan bernasib sama kita tentu masih menunggu dinamika politik jelang pilpres 2009. Namun yang pasti aspirasi tersebut telah memberi warna tersendiri bagi perkembangan demokrasi di tanah air. Dan kita tentunya berharap dengan terbukanya akses bagi calon presiden melalui jalur independen bisa mengeleminir kekecewaan rakyat terhadap kualitas kepemimpinan dewasa ini.