qflee

Posts Tagged ‘gerindra’

Alasan Kenapa Memilih Prabowo

In demokrasi on 27 Maret 2009 at 1:00 pm
konsolidasi nasional-menyambut prabowo

Tak bisa dipungkiri, popularitas capres yang diusung Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya) ini, Prabowo Subianto menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan.

Dari calon yang dipandang sebelah mata, menjadi calon yang paling diperhitungkan saat ini.

Apa yang menyebabkan sosok mantan menantu Bapak Pembangunan Indonesia, H. M. Soeharto dan berjuluk “Rising Star” ini mampu meraih simpati rakyat dalam tempo yang relatif singkat.

Merujuk pada blog saudara M. Shodiq Mustika, dimana selebriti cantik Maia, mantan personil Ratu begitu “tergila-gila” dengan sosok mantan danjen kopassus itu, karena melihat figur ini memiliki watak rendah hati, tegas dan tidak sombong.

Salah satu contoh kerendahan hati beliau yakni ketika dengan terbuka mengakui kesalahan masa lalunya dan meminta maaf kepada semua rakyat Indonesia.

Mampukah Prabowo membuktikan bahwa dirinya memang layak dan pantas menjadi orang nomor satu di Indonesia? Mari kita tunggu dan lihat pilihan rakyat pada pemilu yang akan datang.

Arah Politik Prabowo Menuju RI 1

In demokrasi on 7 Februari 2009 at 2:03 am

Seperti halnya pidato-pidato politik lainnya yang secara umum sarat dengan konten janji-janji manis. Begitu pula kira-kira gambaran dari pidato politik Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Saya tidak terlalu serius menanggapi pidato beliau. Tetapi saya lebih tertarik untuk menelaah makna politis beliau sehingga berani mengambil keputusan maju sebagai capres melalui Partai Gerindra.

Kalau kita mencoba mengambil dasar dari persyaratan untuk mengajukan calon sangatlah berat bagi Prabowo dengan Gerindranya untuk lolos. Mereka harus mampu mengalahkan dua kekuatan partai politik besar yakni Partai Golkar dan PDIP. Yang paling realistis adalah Gerindra membentuk koalisi dari salah satu partai besar tersebut.

Wiranto pun memiliki persoalan yang sama. Partai Hanura harus berjuang keras agar dapat memenuhi persyaratan sesuai dengan amanat UU.

Yang jadi pertanyaan, untuk apa dua orang mantan petinggi TNI ini mempertaruhkan diri dalam pilpres nanti?

Dari sudut politis tentu semuanya bisa saja terjadi. Dan tidak menutup kemungkinan pada detik-detik menentukan dua kekuatan ini bersatu membangun komitmen yang tentunya tidak bisa dipandang sebelah mata lagi. Kita tunggu tanggal mainnya!

Kalau koalisi ini terbangun maka akan muncul sekurang-kurangnya tiga kekuatan politik besar yang akan bertarung. Sedangkan partai-partai yang berbasiskan agama akan membagi diri diantara tiga kekuatan politik tersebut.

Adapun SBY dengan Demokratnya tentu masih harus bersabar menunggu hasil pemilihan legislatif. Dengan posisinya sebagai presiden, maka akan banyak sekali partai-partai kecil yang mengincarnya. Tentunya dengan harapan bisa nebeng popularitas.