qflee

Posts Tagged ‘Caleg’

Caleg Stress Jelang Pemilihan

In Caleg on 2 April 2009 at 1:30 pm
Stress

Tanda-tanda bakalan banyak orang yang stress pasca pileg mulai nampak. Mendekati hari H, hampir setiap hari ada-ada saja yang kelakuan “aneh” dari para caleg.

Kita tidak usah hitung mereka yang terkadang duduk termenung sambil menatap kosong entah memikirkan apa, sampai dengan bicara mencak-mencak tidak tahu mau marah sama siapa.

Tempat mereka melampiaskan kekesalan atau uneg-unegnya umumnya di warung-warung kopi. Otomatis para pemilik warkop harus extra hati-hati jika ingin melayani caleg seperti ini.

Inilah buah dari demokrasi yang kita bangun bersama. Dimana ruang untuk menyampaikan segala aspirasi terbuka begitu lebar. Namun nampaknya tingkat partisipasi politik masyarakat tidak dibarengi dengan sumber daya manusia yang memadai. Jadilah mereka seperti orang-orang kebingungan tanpa arah dan tujuan yang jelas dalam menyikapi demokratisasi yang sedang berlangsung sekarang

Namun bukan berarti kita harus mundur kebelakang lagi. Sebab dengan demokrasi yang sedang kita jalankan sekarang masih lebih baik dibandingkan dengan sistim otoriter.

Hanya saja kita sebagai elemen pendukung gerakan demokrasi harus tetap waspada dari upaya-upaya pihak-pihak tertentu yang tidak senang dengan kebangkitan demokrasi di tanah air.

Salah satunya adalah dengan tetap aktif mengawal serta memberi kontribusi kepada pemerintah sehingga demokrasi tetap berada pada jalur yang semestinya.

Kembali pada soal caleg yang stress, pemerintah selayaknya memberi perhatian serius. Indikasinya adalah begitu minimnya wawasan para caleg tersebut sehingga mereka berlomba-lomba masuk parlemen semata-mata untuk perbaikan perbaikan nasib doang. Sama halnya dalam pola rekrutmen dan penempatan person dalam jabatan-jabatan politis. Hal ini masih sangat kental nuansa euforia dari partai-partai.

Apapun konsekuensinya sepanjang tidak “membahayakan” demokrasi itu sendiri tidaklah menjadi soal. Justru dengan bunga-bunga demokrasi tersebut semakin menambah indah keberagaman bangsa kita tercinta, Indonesia.

Iklan

FOSPIRA Soppeng Jualan Caleg

In Caleg on 7 Maret 2009 at 3:57 am

Guna lebih mendekatkan para caleg dengan konstituen di daerah pemilihan masing-masing, FOSPIRA (Forum Aspirasi Rakyat Soppeng) menjalin kerjasama dengan Pemkab Soppeng menggelar hajatan dengan tajuk, “Ketika Kenapa Harus Memilih vs Kenapa Jadi Caleg”

Andi Djuanda selaku penggagas hajatan ini mengatakan, “Fospira sebagai salah satu wadah penampung aspirasi rakyat tergerak untuk ikut serta bersama-sama seluruh komponen masyarakat menyukseskan pemilu yang sebentar lagi akan digelar.”

Ditambahkan lagi, “hajatan ini akan berlangsung di tiap-tiap dapil dengan durasi waktu 120 menit,” ujar mantan bakal calon gubernur ini.

Sambutan serta antusias masyarakat khususnya para caleg sangat positif. Menurut Andi Tenri Bali Mappejanci, “hajatan ini sangat membantu kami mensosialisasikan diri kepada pemilih, ini lebih efektif dibandingkan dengan menebar baliho disetiap sudut-sudut kota,” ujar caleg Partai Patriot dari dapil III ini.

Mekanisme penetapan caleg berdasarkan suara terbanyak juga membuat perubahan cukup signifikan terhadap prilaku para caleg. Hal ini mendorong mereka untuk berlomba-lomba menjual program tanpa harus terikat dengan mekanisme partai masing-masing.

“Fenomena seperti inilah yang membuat Fospira mengambil langkah guna membantu masyarakat untuk dapat memilih wakilnya dengan lebih baik,” tukas Andi Djuanda.

Resmi Suara Terbanyak

In Caleg on 24 Desember 2008 at 8:56 am

Penetapan caleg melalui suara terbanyak melalui keputusan mahkamah konstitusi disambut lega semua pihak. Partai-partai yang selama ini ngotot memakai nomor urut mau tidak mau harus mengkalkulasi ulang target serta strateginya.

Keputusan ini akan memberi dampak sangat besar terhadap struktur dan manjemen partai kedepannya.

Partai yang selama ini bersandar pada figur ketua umumnya, pengkultusan individu, serta fanatisme buta tidak akan layak jual lagi. Tetapi partai yang dikelola dengan sistim serta manajemen administrasi profesional akan lebih dominan dimasa-masa akan datang.

Caleg pun tidak bisa lagi bertumpu pada ketokohan sang ketua semata. Namun harus bekerja lebih keras lagi membangun citra serta jaringannya sendiri.