qflee

Posts Tagged ‘artikel’

Cerita Seru Dibalik Blogging Day Kompasiana

In catatan pendek on 31 Juli 2010 at 8:49 pm

Ada pengalaman menarik saya alami ketika mengikuti Lomba Menulis yang diselenggarakan oleh Kompasiana bekerjasama dengan Bank Syariah. Dan saya yakin, banyak juga peserta yang mengalami hal serupa.

Awalnya gaung Blogging Day membahana di belantara dunia maya. Lomba dengan iming-iming hadiah yang menggiurkan tentunya. Ada laptop, kamera digital, HP dan perangkat digital lainnya. Namun siapa sangka, lomba yang dirancang untuk memecahkan rekor tulisan terbanyak ini justru membuat banyak pihak kecewa dan sakit hati.

Ide panitia dengan membatasi waktu penulisan yaitu hanya 100 menit pada jam-jam ketika kebanyakan orang sibuk ber internet ria membuat server Kompasiana anjlok. Coba dibayangkan, pada waktu bersamaan ratusan orang berusaha untuk mempublish tulisan. Ini ibarat mobil pemadam kebakaran menyemprot pakai pipet (sedotan). Apalagi kita tahu kalau kondisi jaringan internet di tanah air sangat lamban (lelet).

Berangkat dari situasi inilah yang mengawali pengalaman menarik seperti yang saya sampaikan tadi. Betapa tidak, pada saat lomba berlangsung tiba-tiba sangat susah untuk login ke halaman kompasiana. Sedangkan hitung mundur terus berlangsung. Saya sampai putus asa dan mendongkol dalam hati.

Berapa kali saya coba publish tetap saja tidak bisa. Mencoba buka dengan browser lain tetap saja tidak ada jalan masuk. Setelah beberapa kali mencoba, saya akhirnya memutuskan untuk berhenti saja. Barangkali bukan takdir saya untuk bisa berpartisipasi dalam lomba tersebut, apalagi menjadi pemenangnya, mimpi kali ye?

Keesokan harinya, tiba-tiba saya dikejutkan dengan email yang masuk di inbox. Dari subjeknya jelas bahwa email masuk tersebut adalah notifikasi komentar dari sebuah artikel. Kepikiran juga siapa yang iseng kasih komentar, ternyata komentar yang masuk adalah komentar untuk artikel yang kemarin susah amat terpublish. Oh My God, tulisan saya ternyata bisa terbit dan ikut lomba. Saya pun bergegas buka Kompasiana untuk lebih memastikan, dan ternyata betul, tulisan ini nongol juga. Lebih serunya lagi, teman-teman Kompasianer memberi vote pada tulisan tersebut 🙂

Sekarang artikel tersebut bisa dinikmati sekaligus dinilai oleh para pembaca sekalian. Pada kesempatan ini, saya juga meminta kesediaan para teman-teman untuk mendukung tulisan tersebut dengan cara memberikan vote.

Demikianlah sepenggal pengalaman yang saya alami ketika mencoba mengikuti Blogging Day. Mudah-mudahan kedepannya, Kompasiana lebih sukses lagi dan bagi para kompasianer yang kebetulan belum sempat berpartisipasi, saya hanya bisa berkata jangan putus asa. Tetap gelorakan semangat untuk menulis. Keep writing!

Please vote disini dan terima kasih atas votenya, Salam
Kompasianer qflee

Mental Korup Aparatur Negara

In korupsi on 5 November 2009 at 12:35 pm

Potret hukum kita tercoreng dengan tingkah laku aparat penegak hukum yang memalukan. Terbayang kira-kira mau jadi apa bangsa ini dengan mental aparat yang bobrok. Mempermainkan hukum sepertinya sudah menjadi hal lumrah. Hukum hanya berpihak pada kalangan berpunya (the haves).

Dari rekaman hasil sadapan KPK terungkap mafia hukum sudah demikian mengakar. Ibarat penyakit kanker tak mempan lagi jika hanya melalui obat resep. Jalan satu-satunya adalah melalui “amputasi” sebelum menjalar kemana-mana.

Ketua MK Mahfud, MD dalam wawancara TV One, tidak mempersoalkan upaya Anggodo Wijaya cs melobi kiri kanan atas kasusnya. Yang jadi persoalan menurutnya terletak pada mental korup para penegak hukum sehingga demikian mudahnya “dibeli” oleh para makelar kasus.

Inilah yang harus dibersihkan hingga ke akar-akarnya. Presiden SBY seharusnya bertindak tegas dengan mengganti para pucuk pimpinan yang tidak becus mengawal jalannya refomasi penegakan hukum.
Reformasi birokrasi khususnya dilembaga kepolisian dan kejaksaan adalah agenda penting dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Itu jika kita ingin melihat supremasi hukum ditegakkan. Citra pemerintahan SBY-Boediono dalam penegakan hukum belum menggembirakan. Bahkan kalau mau jujur, hampir semua departemen mempunyai penyakit yang sama, korupsi. Bukan hanya dipusat tapi menjalar sampai ketingkat provinsi dan kabupaten.

Penyebabnya karena fungsi pengawasan internal tidak berjalan maksimal. Untuk itu pengawasan external serta ditunjang peraturan perundang-undangan yang jelas sangat dibutuhkan. Dengan sendirinya menciptakan sebuah pemerintahan yang betul-betul bebas dari korupsi dan berpihak pada rakyat.

Saat ini lembaga pengawas aparatur negara (Komnas Waspan) yang diberikan wewenang dalam menjalankan fungsi pengawasan dan tetap berkoordinasi dengan lembaga atau komisi lainnya misalkan KPK, Komnas HAM, KPA dan lain-lain. Masyarakat berharap dengan keberadaan komisi ini bisa mengerem prilaku korup dalam diri aparatur negara.