qflee

Anas Urbaningrum dan Putra Mahkota SBY

In demokrasi on 18 Februari 2012 at 12:25 am

anas urbaningrumKelincahan berpolitik dari seorang Anas Urbaningrum akhir-akhir ini akan mendapat ujian berat. Tekanan agar AU mundur jadi Ketua Partai Demokrat baik dari kalangan internal maupun eksternal menunjukkan betapa dinamika yang terjadi ditubuh PD sudah begitu kompleks. Tak bisa dipungkiri pula, sosok AU semakin mendapat simpati dari kalangan kader lapisan bawah. Gerakan turun kedaerah-daerah yang selama ini intens dilakukan oleh AU bisa ditafsirkan adanya sikap “pembangkangan” atas kebijakan-kebijakan dari elit PD.

Rumor yang pernah beredar bahwa AU adalah titipan dari partai lain sepertinya akan terjawab dengan sendirinya. Jika betul AU ditinggalkan oleh para elit partai, dalam hal ini Ketua Dewan Pembina, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberi isyarat untuk segera mengganti AU, maka bisa dipastikan pertarungan menuju RI 1 semakin panas. Sebagai kader HMI, AU dipandang sebagai sosok yang “berbahaya” bagi partai dalam menghadapi suksesi kepemimpinan nasional. Celah ini tentunya akan dimanfaatkan oleh kubu Alifian Mallarangeng dan Marzuki Alie untuk kembali merebut kursi ketua umum PD.

Serangan bertubi-tubi terhadap AU juga menunjukkan sinyal bahwa dukungan SBY terhadapnya sudah tidak ada lagi. Terakhir kita lihat dari dari siaran televisi “pengakuan” dosa dari para DPC yang telah menerima uang panas dari kubu AU untuk memuluskan jalan menjadi Ketua PD. Pengakuan ini menjadi sinyal kuat bahwa dukungan elit partai sudah tidak ada lagi, bahkan bisa diprediksi kalau tidak lama lagi AU akan lengser atau dilengserkan oleh teman-temannya sendiri.

Adakah ini menujukkan bahwa putra mahkota SBY yang selama ini masih misteri akan dimunculkan lebih awal kepada publik? Siapakah gerangan putra mahkota yang disiapkan oleh SBY? Pertanyaan ini akan terjawab dengan jelas setelah episode AU berakhir.

Melihat konstelasi politik di internal PD bisa dikatakan bahwa putra mahkota SBY kemungkinan besar bukan berasal dari lingkup demokrat sendiri. Ini juga diperkuat dengan “perkawinan politik” antara anak SBY dengan anak Hatta Rajasa. Bukan mustahil dari hasil perkawinan tersebut bisa merangkul suara kaum Muhammadiyah yang cukup siginifikan. Langkah politik SBY yang sengaja menyembunyikan putra mahkotanya dipandang sangat cerdas oleh berbagai kalangan. Dengan begitu, pertarungan menuju RI 1 akan semakin mengerucut pada kelompok-kelompok besar yakni, SBY dengan putra mahkotanya, Aburizal Bakrie yang telah membidik Mahfud MD, Khofifah Indar Parawansa dan terakhir Megawati bersama kelompok Prabowo serta Surya Paloh. Sedangkan dari kalangan kelompok-kelompok Islam tak ada jalan lain selain bergabung diantara ketiga kelompok besar diatas.

Iklan
  1. […] siapa sebenarnya putra mahkota SBY? Emang gue pikiran! Lagi asyik nulis tiba-tiba ada yang bawa rejeki pagi-pagi, dapat Sukun alias […]

  2. Saya rasa ini akhir2 politik dari Anas Urbaningrum

  3. wow.. politik, benar2 jalan pikiran orang2 cerdas, andai saja kecerdasan itu digunakan untuk mengentaskan kemiskinan 😥

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: