qflee

Belajar Dari Semut

In catatan pendek on 28 Mei 2009 at 3:00 am

Semut makhluk kecil yang selalu dipandang rendah. Bentuk fisik yang kecil, tempatnya yang kotor. Melirik pun kadang kita ogah. Namun pernahkah terlintas dalam benak kita, semut yang buruk pura ini ternyata mempunyai sifat yang selama ini sudah menjadi langka di negeri ini.

Terkadang kita merasa kesal jika makan minum kita dikerubutin semut. Tapi kita tidak pernah bisa belajar dari seekor semut. Malah dengan mudahnya kita membunuhnya.

Coba kalau kita mau merenung sebentar. Betapa sederhananya makhluk kecil ini. Walaupun kita beri 1 liter gula mereka pun hanya mengambil satu biji. Tidak lebih dan tidak kurang. Bandingkan dengan kita, sudah diberi fasilitas berbagai macam tapi masih tetap mengeluh kekurangan. Bahkan tanpa malu-malu masih mengambil lagi milik orang lain alias korupsi.

Mereka pun tidak banyak bicara tapi banyak kerja, bahkan dengan semangat gotong royong tanpa pamrih. Berbeda dengan sikap masyarakat sekarang, semuanya diukur dengan materi. Tidak ada lagi semangat gotong royong. Untuk piket ronda malam saja sudah enggan kalau tidak dibayar, wah gawat!

Mumpung lagi pada sibuk bicara capres, apakah ada dari beberapa figur pemimpin nasional kita yang memiliki karakter semut tadi? Atau jangan-jangan mereka pun enggan mengakuinya. Dan masih dengan sikap angkuh menganggap apa yang mereka miliki sekarang masih kurang dari cukup dan tetap bernafsu menambah pundi-pundi harta tanpa mau peduli dengan orang lain yang kurang beruntung. Wallahu alam bissawab.

Trims buat Maslych atas inspirasinya http://my.opera.com/Maslych/blog

Iklan
  1. -Oleh karenanya niat untuk menjadi capres/cawapres perlu diluruskan yaitu “dengan niat untuk ibadah”.
    -Dengan niat itu Insya Allah mereka akan bekerja dengan sungguh-sungguh karena jabatan adalah amanah.
    -salam

  2. We e e e..!
    Ni aq dtg.. 🙂
    Kesimpulannya, Indonesia perlu semut. 😀
    Eh, sosok seperti semut. 🙂

  3. Waduh dah merepotkan mas. Joke segarnya membuat kita tersenyum dan semangat kembali. Sekali lagi trims. Indonesia memang butuh “SEMUT”

  4. Iya ya.
    Semut kecil bodinya, tapi mampu/mau menanggung beban yg lebih berat dari bodinya. .

  5. Talk less do more Mudah2an pemimpin kita masa depan mampu berkaca pada si kecil nan sederhana ini. Banyak kerja sedikit bicara.

  6. assalamu’alaikum… ternyata jadi semut lebih sulit dari pada jadi capres ya??? hehehe…

  7. Iya, makanya kita tdk boleh memandang rendah sm yg “kecil”.

    Makasih ya komentx, salam kenal 🙂

  8. iya . Ya. Kesederhanaan semut patut diteladani manusia

  9. Makhluk kecil dan lemah tapi memberi contoh bg manusia yang sombong dan takabur. Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: