qflee

Tim Sukses Bertabur Bintang

In demokrasi on 27 Mei 2009 at 6:15 am

Masuknya beberapa jenderal purnawiran dalam tim sukses capres menjadi menarik untuk dicermati. Selama ini kita kenal dalam tubuh militer itu sangat kuat hirarki komandonya. Bahkan pada zaman Suharto, faksi-faksi dalam tubuh militer sepertinya tidak pernah kedengaran.

Di era reformasi, semuanya berubah seratus delapan puluh derajat. Para jenderal yang masih aktif maupun tidak seakan-akan ditarik masuk dalam pusaran politik praktis. Hal ini tentu tak bisa dipungkiri, sebab tempat bernaungnya selama ini sudah tidak ada. Syukur-syukur jika mereka yang memasuki usia tua cukup mendapatkan “perhatian” dari pemerintah. Makanya trend barisan sakit hati selalu saja muncul pada setiap musim suksesi.

Yang dikhawatirkan adalah terjadinya konflik kepentingan ditengah-tengah gencarnya suara untuk menjadikan lembaga TNI profesional. Kita semua sudah tahu bahwa para jenderal tersebut memiliki gerbong masing-masing. Hal yang tentu sangat berbahaya bagi iklim demokrasi jika mereka semua lebih mengedepankan kepentingan serta ambisi berkuasa dibandingkan untuk kepentingan nasional.

Para politisi pun hendaknya berpikir dan bertindak wajar. Jangan hanya karena ambisi berkuasa maka para jenderal dipasang sebagai tim sukses. Tentara adalah aset bangsa. Jadi milik semua pihak atau kelompok. Prinsip ini tetap harus dijaga bersama. Bisakah nilai-nilai ini kita jaga besama?

Iklan
  1. -Jenderal atau anggota TNI/Polri sudah diinstruksikan untuk bersikap netral dalam pemilu maupun pilkada.
    -Tidak benar jika para jenderal tidak mempunyai naungan,mereka terwadahi dalam “Pepabri”.
    -Soal kemana aspirasi jenderal atau tentara/polisi yang sudah purnawirawan itu akan disalurkan terserah mereka karena mereka sudah pensiun.Yang penting didada mereka masih ada “Merah-Putih”
    -salam.

  2. Masuk daftar tim sukses dengan harapan mendapat reward sudah lazim. Yang ujung-ujungnya malah akan merepotkan figur yang diusung jika menang kelak.

    Pemerintahan akan berjalan dengan penuh kompensasi dan balas budi semata. 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: