qflee

Dengarkan Jeritan Petani

In catatan pendek on 25 November 2008 at 9:03 am

Kebijakan pemerintah tentang tata niaga pupuk tampaknya belum bisa mengurai benang kusut komoditas yang sangat dibutuhkan oleh para petani ini. Dimana-mana terdengar jeritan dari petani yang setiap menjelang musim tanam selalu kesulitan mendapatkan pupuk khususnya jenis urea. Kalaupun ada mereka harus menebus dengan harga yang selangit. Ini berlaku merata di seluruh daerah.
Ada apa sebenarnya dengan pupuk kita?
Presiden SBY dalam beberapa kesempatan mengatakan bahwa stok pupuk secara nasional aman. Dan diamini pula oleh pejabat-pejabat daerah dengan statemen serta jaminan akan stok pupuk. Namun kenyataannya toh kelangkaan pupuk masih saja terjadi tiap tahun. Pengelolaan pupuk di tanah air ibarat lingkaran setan. Padahal kita semua tahu kalau komoditas ini sangat dibutuhkan terutama masyarakat kecil yang nota bene adalah petani. Yang lebih menyedihkan lagi justru karena merupakan kebutuhan masyarakat kecil, maka terjadilah politisasi terhadap komoditas tersebut. Hal ini lebih diperparah lagi dengan ulah para spekulan yang menyebabkan hilangnya pupuk di pasaran. Sudah sepantasnya mereka yang menari-nari diatas penderitaan petani kecil dicap teroris. Sebab efek dari permainan para spekulan tersebut sudah sangat jelas menimbulkan kepanikan serta gejolak di dalam masyarakat luas yang imbasnya mengganggu stabilitas nasional.
Regulasi perundang-undangan tata niaga pupuk maupun komoditas lainnya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat kecil hendaknya harus lebih tegas mengatur sanksi yang seberat-beratnya bagi para spekulan maupun penimbun. Celah inilah yang senantiasa dimanfaatkan oleh mereka. Tidak adanya sanksi tegas memberi ruang untuk tetap mengeruk keuntungan dengan cara illegal serta menari-nari diatas penderitaan rakyat kecil.
Disisi lain penguatan terhadap petani melalui kelompok-kelompok (koptan) yang telah dibentuk sangat berarti guna memberi pengetahuan yang konkrit serta wawasan yang luas sehingga mereka mampu beradaptasi dengan dinamika pasar. Disamping itu orientasi penyuluh lebih pada penekanan praktek langsung sehingga waktu mereka bisa lebih fokus pada kondisi riil di lapangan. Memberikan solusi terhadap pelbagai persoalan yang dihadapi oleh para petani.
Mengangkat tingkat kehidupan petani adalah tugas dan tanggung jawab kita semua. Sinergitas antara pemerintah dan masyarakat dalam hal ini para petani akan menjamin tingkat kesejahteraan mereka.

Iklan
  1. setuju dng isi tulisan ini 🙂

  2. @indah
    trims, salam kenal
    kapan yah petani kita bisa jadi tuan di negerinya sendiri?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: