qflee

Goodbye SBY-JK!

In Tak Berkategori on 8 Mei 2008 at 9:20 am

Opsi pemerintah menaikkan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) membuat meradang para mahasiswa seluruh Indonesia. Efek penolakan ibarat bola salju yang dampaknya bisa pada tahap stabilitas politik nasional. Dalam sejarah nasional, sejak kepemimpinan Presiden Soekarno isu kenaikan harga BBM sangat potensial menjatuhkan pemerintahan.

Dalam konteks sekarang, dimana kenaikan harga BBM tinggal menghitung hari. Pemerintahan SBY-JK mau tidak mau harus extra hati-hati kalau tidak mau mengikuti jejak pendahulunya. Berbagai action plan telah disiapkan guna mengantisipasi dampak kenaikan harga tersebut. Hanya saja persoalannya tidak selesai sampai disini saja, beban hidup masyarakat yang semakin berat akibat tekanan ekonomi sudah mencapai titik puncak. Kalau hal ini dibiarkan malah bisa berakibat fatal.

Belum lagi agenda politik nasional yang telah di depan mata juga turut memberi andil terjadinya instabilitas. Secara tersirat kita lihat baik melalui media massa maupun pernyataan-pernyataan dari pejabat yang berwenang. Opsi kenaikan BBM sulit sekali untuk dihindarkan, ini karena beban subsidi yang demikian besar terus menggerogoti APBN. Bayangkan dari 900 triliun APBN kita hampir 30 % harus ditanggung oleh subsidi. Ini sangat jelas tidak sehat. Apabila anggaran subsidi yang sebesar itu bisa kita alihkan untuk membackup rumah tangga miskin yang tersebar merata di seluruh tanah air. Faktor inilah yang mengakibatkan pemerintah sulit untuk tidak mencabut subsidi tersebut.

Apakah semuanya sudah selesai, tunggu dulu. Pertama alasan tersebut sudah sangat klasik, APBN yang selalu menjadi kambing hitam. Kenyataan dilapangan dengan dicabutnya subsidi bagi masyarakat miskin justru tidak memberi perubahan apa-apa. Yang miskin semakin miskin dan yang kaya malah bertambah kekayaannya akibat penimbunan dan selundupan. Dengan sangat gampangnya pemerintah melakukan penyesuaian harga tapi angka kemiskinan dan tingkat pengangguran justru tidak berkurang. Kebijakan ini justru mendukung kelompok-kelompok berduit yang mempunyai akses terhadap kekuasaan untuk mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya.

Kedua, kalau hanya alasan beban APBN kenapa bukan dana-dana BLBI yang diusut untuk dikembalikan agar APBN kita tidak bolong. Berapa banyak dana BLBI yang sampai sekarang statusnya tidak diketahui rimbanya. Inilah yang seharusnya menjadi fokus pemerintah agar tidak membuat sengsara rakyatnya sendiri. Ketiga, kalau pemerintahan SBY-JK mau aman janganlah membuat kebijakan tidak populer apalagi pada masa-masa akhir pemerintahan. Carilah opsi yang pro masyarakat kecil bukan malah mencekik leher. Kalau memang tidak bisa, goodbye SBY-JK!

 

Iklan
  1. Pemimpin yang mempunyai hati nurani adalah pemimpin yang membela rakyatnya. Memberikan rasa aman, damai dan sentosa dilubuk hati paling dalam. Sebaliknya, pemimpin yang membuat sengsara rakyatnya adalah pemimpin yang tidak peka terhadap suara-suara dari rakyatnya yang sedang menderita.

  2. kenaikan harga BBM sering kali terjadi di penghujung masa jabatan presiden di Indonesia ini,siapa saja itu, ini merupakan strategi politik mereka sekaligus menjatuhkan kepopularannya dimata rakyat.

    kedepannya,
    mudah2an ada seorang pemimpin yang loyal kepada rakyat
    tidak memihak kepada negara barat
    yang cendrung spekulan dan neoribelarisme

    sekian

    -ndra-

  3. Kami tidak butuh pemimpin yang punya sekolah tinggi tapi rendah kepedulian terhadap rakyat.

    Goodbye SBY-JK!
    Welocome to new heroes.

  4. Tulisan yang bagus. Saya ndak bisa lain selain sepakat. Sebenarnya saya juga mau menulis selengkap itu, tapi… hehehe… dulu tulisan saya pernah dicopy-paste media karena serius benar nulisnya, makanya saya nulis dengan bahasa sehari-hari saja.

    Apapun… mari kita lihat siapa yang akan muncul sebagai new heroes 😛

  5. Trims komentarnya, oh ya saya baru tau juga nih. Gmn caranya biar gak bisa dipaste, minta ijin dulu gitu, he he

  6. gelap gelapan nich..!!??
    au ah gelap….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: