qflee

Seputar Ahmadiyah

In Tak Berkategori on 18 April 2008 at 1:23 pm

Kontroversi tentang aliran ahmadiyah masih saja terus berlanjut. Silang pendapat antara yang menentang dan mendukung keberadaan aliran ini untuk bisa berkembang dan bertumbuh di tanah air. Bahkan tak sedikit pendapat yang mengatakan bahwa ini sudah menjadi komoditas politik, entah benar atau tidak, wallahu alam. Tapi dalam diskusi akademik yang banyak digelar, ternyata masalah aliran ahmadiyah ini lebih di titikberatkan pada sisi kemanusiaannya (HAM). Sebagai nilai dasar dari demokrasi tentu beragam penafsiran yang muncul. Inilah celah yang didapat oleh mereka yang pro untuk membela keberadaan aliran sesat dan menyesatkan tersebut.

Bagi pandangan barat, pengekangan terhadap hak memeluk agama adalah sesuatu (absolut) yang melanggar HAM (demokrasi). Tapi sebaliknya kita (Indonesia) tidak bisa langsung begitu saja menerima pandangan tersebut. Sebab ada hal yang masih perlu diluruskan menyangkut pengakuan hak kemanusiaan tersebut. Apabila hak kemanusiaan tersebut tidak dibarengi dengan kewajiban (mutlak) menjaga tatanan atau kaidah-kaidah umum yang berlaku, itu berarti melecehkan demokrasi atau melanggar HAM

Iklim demokrasi di Indonesia yang sedang berkembang memang memberikan ruang yang seluas-luasnya bagi warga negara khususnya dalam hal beribadah. Namun terkadang di salah artikan dan di salah gunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Ini dikarenakan mereka memberi nilai-nilai dasar demokrasi tersebut sesuai dengan selera dan kepentingannya sendiri. Kondisi seperti ini tentu tidak boleh dibiarkan terus menerus berlanjut. Janganlah kita mengagung-agungkan demokrasi sementara disisi lain kita justru menginjak-injak nilai universal tersebut.

Kembali kepada persoalan aliran ahmadiyah, mengapa masih terkatung-katung ? Padahal sudah jelas bahwa aliran ini telah keluar dari akidah islam itu sendiri. Sebagai muslim, syahadat itu adalah kaidah yang paling pokok (krusial) diantara kaidah-kaidah lainnya. Mengakui dengan sepenuh hati bahwa Nabi Muhammad adalah nabi terakhir adalah fakta. Bila ada pribadi, golongan atau atas nama agama yang memberi penafsiran yang berbeda dengan arti sesungguhnya kalimat tauhid tersebut ini tentu sudah melampaui batas atau dengan kata lain melanggar nilai-nilai demokrasi agama yang diyakininya.

Jadi mengapa kita masih terus terperosok dalam lingkaran diskusi yang tidak ada akhirnya. Debat akademis yang selalu mengkaitkan nilai kemanusiaan hanya kedok untuk menghindar dari celaan dan hujatan maupun label aliran sesat dan menyesatkan.  Apa kita masih bisa memberi toleransi terhadap aliran yang meyakini akan keberadaan seorang nabi setelah Muhammad ? Alasan apa lagi yang bisa memberikan pertimbangan kemanusiaan jika ada aliran yang merusak-rusak aqidah agama lain (Islam) Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan lain yang seharusnya dijawab bahwa tidak ada tempat bagi aliran-aliran sesat yang ingin mengobok-obok Islam baik di tanah air maupun di seluruh dunia.

Iklan
  1. Assalamu’alaikum. Ulasan anda tentang persoalan ahmadiyah diatas nampak sederhana sekali. Tapi yg sebenarnya ada hal yg sangat patal dalam tulisan anda diatas. Yaitu keyakinan Nabi Muhammad saw sebagai nabi terakhir. keyakinan ini harus dapat dipertanggung jawabkan oleh anda ketika anda meyakini Al-quran dan Hadits yg sahih sebagai dasar keyakinan anda, Sebab dalam Al-quran tidak ada ayat secara tegas yg menyatakan bahwa Allah swt tidak bisa lagi mengutus/mengangkat Rasul. Bahkan banyak sekali dalam ayat Al-quran yg menyatakan secara tegas bahwa salah satu pekerjaan Allah swt adalah Maha Mengutus rasul ( Addukhan :5)dan Adalah sudah menjadi pekerjaan Allah swt dari dahulu selalu mengutus rasul. Dan semua sifat Allah swt itu kekal. Kemudian meyakini adanya Malaikat Jibril as yg memiliki tugas membawa Wahyu. Kemudian dalam Hadits yg shahih secara jelas Rasulullah saw mengatakan akan adanya Nabi dari antara ummat islam ini yg dipanggil Isa ibnu Maryam. Jadi sebelum anda menyederhanakan masalah adanya Nabi ini, anda perlu menjelaskan tentang keyakinan anda Tentang kebiasan Allah swt mengutus Rasul dan bagaimana ttg Malikat Jibril as apakah masih bertugas hingga sekarang? Dan bagaimana dengan keyakinan anda ttg Pesan Rasulullah saw untuk mengikuti Nabi Isa diakhir zaman, atau anda mengingkari Sabda Rasulullah saw itu. Ingat keyakinan kepada ALLAH swt dan Muhammad saw harus benar dan sempurna. Bila anda tidak dapat menjelaskan hal itu, melainkan hanya selalu mengembalikan kepada fatwa ulama. Anda juga harus belajar dari sejarah Islam dari semua Imam Mashab yg terkenal Imam yg mana tidak pernah difatwa SESAT, dan saya berani berkata kalau anda masih mengikuti ajaran dari salah satu Imam Mashab, pasti anda juga SESAT, karena semua Imam Mashab itu telah dicap SESAT, silahkan baca sejarah Islam. Semoga anda mendapat petunjuk di jalan yg lurus. Wassalam

  2. Inti dari polemik seputar ahmadiyah dikarenakan dimasukkannya label Islam. Padahal seandainya keyakinan dan kepercayaan mereka akan keberadaan seorang umat manusia selain Nabi Muhammad yang akan/telah mendapatkan WAHYU itu tidak bersikeras memakai label Kebesaran Islam tentunya tidak akan terjadi silang pendapat seperti sekarang ini. Jadi berpulang pada para pengikut ahmadiyah sendiri apa mereka sanggup berjalan tanpa harus mengkait-kaitkan dengan Islam itu sendiri dengan konsekuensi tanpa harus mendapat tudingan sesat atau sebaliknya. Wassalam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: